Punya Masalah dengan Jejak Digital? Begini Cara Menghapusnya!

Jejak digital sering kali menjadi masalah dikemudian hari, ketahui bagaimana cara menghapus jejak digital berikut ini.

Punya Masalah dengan Jejak Digital? Begini Cara Menghapusnya!

Salah satu aspek penting yang harus diperhatikan pengguna teknologi adalah aspek keamanan. Saat bekerja di dunia maya, sadar atau tidak sadar, kita sering kali meninggalkan jejak digital atau menyebutnya sebagai digital footprint.

Tanpa memperdulikan jejak digital, sering kali ini menjadi masalah di kemudian hari. Terlebih jika itu berkaitan dengan hukum di sebuah wilayah, akan sangat merepotkan jika ada yang mempersoalkannya nanti.

Apa Itu Jejak Digital?

Punya Masalah dengan Jejak Digital? Begini Cara Menghapusnya!

Definisi jejak digital adalah data pribadi yang dihasilkan dari penggunaan Internet. Kamu bisa mendapatkan data ini dari situs web yang dikunjungi. Kemudian secara sadar mengirim email dan informasi untuk dibagikan secara online

Contoh lain, kamu bisa mengunggah konten ke media sosial, meninggalkan komentar, atau berbelanja online. Semua ini berpeluang menjadi jejak digital yang tersimpan permanen di Internet. Kamu juga dapat merekam jejak digital di komputer atau smartphone.

Apa Pentingnya Menjaga Jejak Digital?

Punya Masalah dengan Jejak Digital? Begini Cara Menghapusnya!

Keamanan digital merupakan upaya untuk menghindari terjadinya ancaman kejahatan yang mengganggu data, sistem dan jaringan. Keamanan digital ini mencakup keamanan perangkat digital, identitas digital, kesadaran penipuan digital, catatan pelacakan digital, dan keamanan anak.

Banyak orang yang tidak sadar dan bahkan cenderung mengabaikan jejak digital mereka saat menggunakan Internet. Meski sulit untuk menghilangkan jejak digital ini.

Jejak digital sebagaimana yang telah dijelaskan mencakup pos media sosial, riwayat akses lokasi, komentar, email, persetujuan akses, riwayat lokasi, dan banyak lagi. Jika tidak dikelola dengan baik dapat mengancam privasi kamu.

Jenis-jenis Jejak Digital

Ada dua jenis jejak digital yang umum diketahui, yaitu jejak digital aktif dan pasif. Perbedaan dari kedua jenis tersebut adalah sebagai berikut:

Jejak Digital Aktif

Jejak digital aktif berarti data atau informasi yang sengaja dibagikan melalui media sosial atau situs web. Contoh sidik jari digital aktif antara lain mengunggah konten ke media sosial.

Kamu juga dapat mengisi formulir online dan berkomentar di forum online. Dengan nama atau profil terdaftar yang dapat dikaitkan dengan unggahan, sangat mudah untuk mengetahui tentang seseorang.

Jejak Digital Pasif

Tidak seperti jejak digital aktif, jejak digital pasif adalah data atau informasi yang dikumpulkan tanpa sepengetahuan pengguna atau pemilik. Sidik jari digital pasif biasanya mencakup lokasi pengguna, alamat IP, dan jenis perangkat yang digunakan.

Dari perspektif pemasaran digital, jejak digital pasif digunakan untuk penemuan profil pelanggan, penargetan iklan, riset perjalanan pelanggan, dan banyak lagi.

Risiko yang Ditimbulkan Oleh Jejak Gigital

Punya Masalah dengan Jejak Digital? Begini Cara Menghapusnya!

Eksposur digital adalah salah satu risiko serius dari jejak digital. Apa itu Eksposur Digital? Paparan digital adalah akses gratis yang memungkinkan orang yang tidak bertanggung jawab mengakses data kamu.

Kegiatan ini dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar karena pelaku dapat mencuri identitasnya atau melakukan tindak pidana lainnya. Berikut adalah beberapa risiko yang ditumbulan dari bekas digital:

1. Reputasi Profesional Semakin Buruk

Banyak perusahaan sekarang mengumpulkan akun untuk melihat perilaku karyawan potensial di media sosial atau internet sebagai bagian dari penilaian mereka. Ya, perekrut melihat gaya hidup dan kepribadian kandidat berdasarkan aktivitas mereka di internet, terutama di media sosial.

Tentu hal ini berbahaya bagi mereka yang tidak mengelola jejak digitalnya dengan baik. Jika sebuah perusahaan menemukan aktivitas yang dirasa tidak sesuai dengan budaya mereka, hal itu dapat merusak reputasi profesional kandidat.

Jejak digital adalah rekaman data digital yang sengaja atau tidak sengaja tertinggal di dunia digital dan dapat ditemukan di media sosial, data profil, website, email, dan lain sebagainya. Ada berbagai jenis jejak digital yang perlu diidentifikasi dan ditangani untuk mulai mengurangi jejak digital.

2. Penangkapan Data Digital (Pishing)

Jika kamu tidak memperhatikan jejak digital, kamu mungkin terkena serangan phishing. Phishing adalah serangan berbahaya yang dapat menyusup ke data sensitif dan membahayakan pengguna. Misalnya membobol rekening ATM.

Phishing biasanya dapat terjadi karena pelaku telah memperoleh informasi sensitif tentang korban yang tersisa di Internet. Secara khusus, ada banyak masalah di media sosial yang secara tidak sengaja dapat membocorkan informasi dan data pribadi.

Kiat untuk Melindungi dan Menghapus Jejak Digital

Jejak digital adalah hal yang normal, tetapi bisa berbahaya. Terutama ketika kamu memasukkan informasi pribadi atau hal-hal yang sensitif. Oleh karena itu, kamu perlu mengurangi jejak digital untuk melindungi data pribadi.

Semoga kamu menjalani kehidupan yang nyaman di era yang bergantung pada internet. Ada cara mudah untuk menghapus jejak digital di internet. Berikut adalah beberapa cara tersebut:

1. Periksa Kemungkinan Kebocoran Data

Kebocoran data bukanlah hal baru. Sebagai orang yang menggunakan internet, kamu dapat memperhatikan ini. Rahasianya adalah dengan mengunjungi situs web Have I been Pwned.

Ini adalah layanan gratis yang membantu kamu memeriksa apakah data informasi pengguna kamu telah bocor atau diretas. Masukkan alamat email di situs untuk melihat data yang bocor sebelumnya.

2. Gunakan Mode Siluman

Kamu dapat menjelajahi internet dalam mode rahasia atau pribadi dengan browser. Dalam mode ini, aplikasi tidak mencatat halaman yang dikunjungi, termasuk kata kunci yang digunakan.

Tetapi ini tidak berarti bahwa metode ini akan mencegah kamu tidak dilacak sama sekali. Misalnya, jika kamu masuk ke Facebook, aktivitas kamu akan terus direkam. Untuk menutupi ISP, kamu dapat menggunakan VPN saat aktif di dunia maya.

3. Batasi Pelacakan Aplikasi

Setiap aplikasi memiliki pendekatan yang sedikit berbeda untuk merekam aktivitas pengguna, dan beberapa aplikasi memungkinkan pengguna untuk terbiasa dengan mode rahasia. Aplikasi lain berhenti melacak saat pengguna memintanya.

Namun, sebagai langkah pertama, sebaiknya periksa setelan dan nonaktifkan pelacakan. Jika kamu tidak menemukan opsi ini, hapus semua aktivitas secara manual. Prosesnya tergantung pada sistem operasi kamu.

4. Hapus Semua Cookie

Metode selanjutnya adalah menghapus semua cookie. Dengan cara ini, kamu tidak dapat melacak situs lagi. Ini dapat dilakukan di semua browser yang digunakan mulai dari Chrome hingga Firefox.

Jika kamu tidak ingin melalui proses pembersihan yang panjang satu per satu, gunakan alat pihak ketiga seperti Advanced System Optimizer untuk menghapus semuanya sekaligus.

5. Gunakan Layanan DeleteMe

Pengumpul data seperti Whitepages.com, Spokeo dan PeopleFinder adalah beberapa nama media terkenal untuk mengumpulkan informasi dan menjualnya kepada pihak ketiga.

Untuk menghapusnya, gunakan layanan seperti Desiat.me dan DeleteMe yang membantu membersihkan sidik jari digital kamu.

6. Hapus Riwayat Pencarian

Banyak aplikasi yang menyimpan dapat data pengguna baik secara cloud maupun lokal. Dengan cara ini, kamu dapat menyinkronkan informasi dengan perangkat lain. Ini berarti bahwa untuk menghapus log pencarian dari ponsel, kamu harus menghapus log di banyak platform.

Misalnya, akun Google kamu menyimpan riwayat pencarian yang dilakukan dari ponsel Android kamu. Untuk menghapusnya, buka Access dari browser web, buka halaman Riwayat Aktivitas Google, lalu hapus.

Penutup

Mengelola jejak digital dengan baik merupakan langkah bijak supaya kamu tidak menyesal di kemudian hari. Pastikan menggunakan internet hanya untuk hal-hal yang positif, karena semua rekam jejak kamu di dunia maya akan tersimpan.