Mengenal SpaceX, Perusahaan yang Bekerja Sama dengan Telkom

Mari mengenal SpaceX, perusahaan Elon Musk yang kini telah bekerja sama dengan Telkom melalui anak usahanya, yakni Starlink.

Mengenal SpaceX, Perusahaan yang Bekerja Sama dengan Telkom
Sumber gambar : https://dw.com

PT Telkom Indonesia Tbk yang merupakan bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang sektor telekomunikasi kini berkolaborasi dengan perusahaan antariksa dan telekomunikasi, SpaceX. Dengan mengenal SpaceX, PT Telkom Indonesia Tbk berkolaborasi dalam bidang jasa komunikasi.

Hal ini karena Telkom sedang membutuhkan teknologi satelit guna pemerataan konektivitas digital hingga daerah pelosok Indonesia. Pemerataan jaringan internet tersebut masuk dalam kerja sama anatara Telkom dengan anak usaha SpaceX, yakni Starlink yang bergerak di bidang infrastruktur internet.

Mengenal SpaceX Lebih Dekat

Mengenal SpaceX, Perusahaan yang Bekerja Sama dengan Telkom
Sumber gambar : https://www.spacex.com/

Telkom sebelumnya juga pernah berkolaborasi dengan SpaceX dalam peluncuran satelit Telkom-4 (Merah Putih) di tahun 2018 lalu. Setelit Telkom-4 dulunya diluncurkan dengan roket Falcon 9 milik SpaceX. Berikut informasi menarik yang berhasil kami rangkum untuk mengenal SpaceX lebih dekat.

1. Perusahaan Kedirgantaraan

SpaceX merupakan singkatan dari Space Exploration Technologies Corporation yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kedirgantaraan asal Amerika Serikat. Perusahaan ini berdiri sejak 6 Mei 2002 di Hawthorne, California yang sekaligus menjadi kantor pusat untuk merancang roket.

Sementara itu, landasan uji coba mesin, struktur roket, dan sistem roket SpaceX berlokasi di McGrgor, Texas yang memiliki lapangan seluas 4 ribu hektare. Perusahaan dirgantara milik swasta ini memiliki misi penerbangan ke ruang angkasa dengan tujuan komersial dengan jenis usaha sebagai berikut:

  • Mengembangkan bahan bakar cair untuk roket.
  • Mengembangkan roket yang bisa kembali lagi ke Bumi.
  • Mengembangkan roket yang bisa digunakan berkali-kali.

2. Pengembangan Roket Berbahan Bakar Cair

Perusahaan milik miliarder dunia, Elon Musk ini memulai usahanya dengan pengembangan Falcon 1 di tahun 2008, yang merupakan roket berbahan bakar cair pertama. Pengembangan bahan bakar roket SpaceX tersebut berangkat dari ide Musk agar manusia bisa pergi ke planet Mars dan berkoloni di sana.

Prestasi tersebut tidak langsung berhasil begitu saja, peluncuran roket di tahun 2008 merupakan hasil pengembangan dari gagalnya peluncuran di tahun 2006. Saat itu Falcon 1 mengalami kebocoran bahan bakar sehingga mengakibatkan kebakaran. Peluncuran pun kembali dilakukan pada 2 tahun berikutnya.

Akan tetapi peluncuran roket belum sepenuhnya berhasil. Hal ini karena peluncuran di tahun 2007 dan 2008, roket SpaceX gagal mencapai orbit Bumi. Hingga mengenal SpaceX sukses pada peluncuran roket di tahun 2009 itu menjadi awal kesuksesan SpaceX untuk kembali berinovasi terkait bidang antariksa.

3. Menciptakan Roket yang Dipakai Berkali-kali

Musk dengan perusahaannya, SpaceX, juga memiliki impian untuk membuat roket yang bisa dipakai berkali-kali. Sebab selama ini penggunaan roket hanya untuk sekali saja sementara itu biaya pembuatan hingga peluncurannya sangat mahal. Dengan roket SpaceX, maka menghemat biaya ratusan lipat.

Jika roket yang telah ada sebelumnya dirancang untuk terbakar saat kembali ke Bumi, maka tidak demikian untuk roket peluncuran SpaceX. Pada roket ini dirancang sedemikian rupa untuk tahan bakar dan mampu mendarat kembali ke Bumi untuk bisa melakukan peluncuran kembali.

4. Roket Falcon 9

Roket Falcon 9 ini merupakan roket reusable, yang artinya dapat dipakai kembali. roket SpaceX ini pun terbukti kecanggihannya setelah rilis pada Mei 2021. Buktinya mampu meluncurkan 60 satelit internet Starlink yang menggunakan orbit yang pendaratan roketnya menggunakan reusable booster.

Sebelum mencapai prestasi kedirgantaraan hingga segemilang tersebut, Falcon 9 telah mengalami berbagai inovasi dalam kurun waktu yang tidak singkat. Berikut berbagai inovasi yang telah dilakukan untuk mengenal SpaceX lebih dekat dengan karya roket Falcon 9.

  • Sejak 2010, roket Falcon memiliki 9 mesin untuk meluncurkan satelit.
  • April 2012, roket Falcon mencetak sejarah dengan sukses mengirimkan muatan melalui kapsul dragon ke ISS.
  • Desember 2015, roket Falcon 9 mengirimkan 11 satelit komunikasi yang pertama kali berhasil kembali ke Bumi.
  • Maret 2019, SapceX meluncurkan Crew Dragon dengan roket Falcon 9 yang berhasil membawa pasokan untuk kru ISS. Dalam misi ini, SpaceX mengangkut manekin yang dilengkapi sensor ilmiah.

5. Kendaraan Anatariksa Dragon

Tidak hanya berhasil mengomersilkan bahan bakar roket, SpaceX juga membuat pesawat Dragon yang mampu membawa tujuh orang ke orbit bumi dan kembali lagi. Sejauh ini, pesawat Dragon adalah satu-satunya kendaraan antariksa komersial yang berhasil mengirim manusia ke stasiun luar angkasa.

Dengan pesawat Dragon tersebut, proyek SpaceX berhasil menyelesaikan misi pertamanya untuk membawa kargo ke luar angkasa pada tahun 2012. Proyek terbarunya, SpaceX berhasil membawa astronot ke orbit dan ISS (stasiun luar angkasa internasional) dalam proyek Crew Dragon Demo-2.

Crew Dragon merupakan pesawat antariksa hasil inovasi pesawat Dragon sebelumnya. Dengan pesawat ini, SpaceX telah berhasil membawa 7 anggota awak ke ISS. Tidak berhenti di sini, pihak perusahaan juga terus berinovasi hingga menghasilkan karya besar roket Falcon Heavy sebagai roket tercanggih.

6. Roket Falcon Heavy

Produk terhebat dari SpaceX sejauh ini adalah Falcon Heavy yang merupakan roket terbesar dan terkuat di dunia dengan kapasitas mencapai 64 ton. Roket ini memiliki kekuatan mesin yang setara 18 pesawat Boeing 747. Roket ini bahkan mampu membawa muatan besar di orbit untuk mendukung misi ke Mars.

Kesuksesan roket Falcon Heavy sudah tampak semenjak pertama kali peluncurannya ke luar angkasa. Saat itu pada 7 Februari 2018, roket Falcon Heavy telah berhasil mendaratkan 2 dari 3 boosternya dan meluncurkan muatannya ke luar angkasa, lalu diikuti dengan kesuksesan pada peluncuran berikutnya.

Roket Falcon Heavy memiliki kecepatan roket SpaceX yang dua kali lipat dari roket Delta IV Heavy milik United Launch Alliance. Sebagaimana yang dikatakan oleh Musk, “Kami bisa menambah 2 roket pendorong samping lagi dan membuatnya menjadi Falcon Super Heavy dengan daya dorong 9 juta pon.”

Secara spesifik, Falcon Heavy memiliki ketinggian 23 lantai yang terdiri atas 3 bagian. Yakni berupa pendorong 3 roket, yang terdiri dari 9 mesin roket Merlin 1D. Sehingga totalnya ada 27 mesin Merlin 1D untuk bisa meluncurkan pesawat. Sementara itu, daya dorong saat ini sebesar 5 juta pon.

Bagian kedua berupa roket pendorong dengan satu mesin untuk menggerakkan pesawat ketika pendorong pertama sudah dilepaskan. Untuk bagian puncaknya, berisi muatan pesawat berupa mobil listrik Tesla Roadster dan maneken astronot yang mengendarai roket.

Penutup

Itulah prestasi gemilang dari perusahaan kedirgantaraan SpaceX yang didirikan oleh Elon Musk. Dengan kemampuan luar biasa tersebut tentunya kesuksesan untuk bekerja sama antara PT Telkom Tbk dengan SpaceX untuk meningkatkan konektivitas digital ke seluruh pelosok Indonesia berpeluang sukses besar.

Sekarang kamu sudah mengenal SpaceX bukan? Saat ini, perusahaan antariksa milik swasta tersebut secara teratur meluncurkan roket yang tidak hanya untuk tujuan penelitian dan pengembangan. Melainkan juga untuk misi penerbangan ke luar angkasa untuk tujuan hiburan ke Bulan atau Mars.