Mengenal Apa Itu Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan

Di era digitalisasi dimana istilah Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan bukan hal yang asing lagi, apa pentingnya AI ini?

Ini Daftar Teknologi yang Mengubah Dunia!!

Tahun 2022 dikatakan sebagai era digitalisasi mengingat segala kegiatan manusia sudah bisa dilakukan secara online dari manapun dan kapanpun. Dalam sehari-sehari segalanya sudah bisa kita lakukan secara online dan dengan bantuan Artificial intelligence tentunya.

Untuk beberapa orang mungkin sudah tidak asing lagi dengan adanya AI atau kecerdasan buatan. Anda mungkin sudah sering melihat film-film fiksi ilmiah yang menayangkan kehebatan kecerdasan buatan.

Apa Itu Kecerdasan Buatan/ Artificial Intelligence (AI)?

Pernahkah anda menonton serial film-film Marvel yang menampilkan beberapa karakter superhero di dunia nyata? Jika anda merupakan salah satu penggemar movie yang bergenre sci-fi atau fiksi ilmiah tentunya anda mengenal siapa itu Iron Man.

Iron Man dalam serial film-filmnya acap kali menampilkan Jarvis sang asisten pahlawan. Jarvis merupak AI atau kecerdasan buatan yang bisa melakukan banyak pekerjaan hebat dan hal-hal lainnya layaknya seorang manusia.

Artificial intelligence adalah sebuah simulasi kecerdasan yang dimiliki manusia seperti mesin dan diprogram untuk berpikir seperti manusia.

Kecerdasan buatan sendiri merupakan teknologi yang, seperti halnya manusia, perlu menggunakan data sebagai pengetahuan. Untuk membuat AI lebih pintar, membutuhkan pengalaman dan data.

Lantas Bagaimana Cara Kerja Artificial Intelligence?

Kecerdasan buatan perlu belajar untuk memperkaya pengetahuannya. Proses pembelajaran AI tidak serta merta oleh manusia, tetapi AI belajar secara mandiri berdasarkan pengalaman AI ketika digunakan oleh manusia.

Secara umum, Artificial intelligence dapat melakukan salah satu dari empat hal berikut:

  • Sebuah sistem yang dapat berperilaku seperti manusia (Acting humanly).
  • Sebuah sistem yang memungkinkan Anda untuk berpikir seperti manusia (Thinking humanly).
  • Suatu sistem yang berpikir secara rasional (Think rationally).
  • Sistem yang dapat bertindak secara rasional (Act rationally).

Bagaimana Sejarah Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan?

Mengenal Apa iIu Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan

Era Jaringan Neural (Sekitar tahun 1050-1970)

Sejarah Artificial intelligence bermula pada diciptakannya pada tahun 1950-an yang kian populer dengan adanya peningkatan volume data, daya, penyimpanan komputasi, dan peningkatan pada perhitungan algoritma yang semakin canggih.

Masa Pembelajaran Mesin (Tahun 1980-2010)

Pada 1980-an, Departemen Pertahanan AS menjadi tertarik pada jenis pekerjaan ini dan mulai melatih komputer untuk meniru pemikiran dasar manusia.

Misalnya, Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) menyelesaikan proyek pemetaan jalan pada 1970-an. Dan DARPA memperkenalkan asisten pribadi yang cerdas pada tahun 2003, jauh sebelum bernama Siri, Alexa, atau Cortana.

Pekerjaan awal ini membuka jalan bagi otomatisasi dan pemikiran formal yang ditemukan di komputer saat ini. Termasuk sistem pendukung pengambilan keputusan dan sistem penelitian cerdas yang dapat dirancang untuk melengkapi dan meningkatkan kemampuan manusia.

Masa kini (Masih dalam tahap pembelajaran mendalam)

Pada saat ini Artificial intelligence sudah anda temukan di smartphone, misalnya pada google assisten virtual atau siri pada IOS. Dan saat ini kecerdasan buatan masih dalam tahap pengembangan secara mendalam untuk menjadi lebih baik lagi.

Contoh-contoh Artificial Intelligence

Untuk beberapa artificial intelligence contohnya mungkin anda sudah tahu sedikit banyaknya, karena menemuinya atau bahkan menggunakannya. Selain daripada AI yang terletak pada smartphone android/IOS anda, masih banyak contohnya diantaranya yaitu :

1. Artificial intelligence asisten virtual

Contoh yang pertama kecerdasan buatan adalah asisten virtual, dan ada banyak penyedia asisten virtual seperti Google Assistant, Siri, dan Alexa. Anda juga dapat berinteraksi dengan asisten virtual ini seperti halnya asisten biasa.

Selain itu, Asisten Virtual dapat merekam janji temu dan acara saat terjadi dan memberikan informasi pada waktu acara tertentu. Tidak hanya itu saja, asisten virtual anda bahkan mampu terhubung ke beberapa perangkat cerdas rumah anda.

Seperti lampu cerdas yang bisa dikontrol melalui perintah suara, kamera CCTV yang bisa diarahkan melalui smartphone, ataupun pintu otomatis yang terhubung dengan asisten virtual anda hanya dengan mengucapkan sandi kata.

Bayangkan saja, jika anda pulang kerja dan lelah kemudian malas mengatur pekerjaan rumah dan AI hadir sebagai solusi asisten anda yang serba bisa. Sungguh canggih dan memudahkan pekerjaan anda bukan !

2. AI pada deepface

Contoh kecerdasan buatan adalah teknologi DeepFace Facebook. Kecerdasan buatan ini berfungsi untuk mengenali wajah orang di postingan foto. Dengan teknologi ini, AI ini menghilangkan kebutuhan untuk secara manual menandai siapa pun di foto.

Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana AI tahu bahwa orang dalam gambar itu adalah Anda? Sebelum AI dapat menentukan bahwa orang dalam gambar tersebut adalah Anda, Anda perlu mengetahui bahwa pelatihan akan didasarkan pada data.

Data tersebut berasal dari penandaan orang di foto sebelumnya dan hasil proposal kecerdasan buatan untuk orang di foto yang disetujui. Setelah AI dipraktikkan dan banyak data telah diambil, AI nantinya akan dapat mengidentifikasi orang dalam gambar.

3. AI search engine

Apakah anda tahu Google, Bing, dan Yahoo?. Web-web ini dikenal karena fitur-fiturnya yang serba tahu. Padahal, kecerdasan berasal dari kontribusi komunitas global dalam berbagi pengetahuan melalui tulisan dan artikel.

Sebagian besar mesin pencari terus berlomba-lomba untuk menyediakan aksesibilitas yang tinggi agar pengguna dapat menjelajah internet dengan nyaman.

Kecerdasan buatan dari mesin pencari sistem terletak pada mempelajari kebiasaan penggunanya. Saat mencari informasi, Artificial intelligence biasanya memberi pengguna berita dan informasi sesuai dengan kebiasaan pengguna.

4. AI pada kamera smartphone

Saat Anda mengambil gambar dengan kamera ponsel cerdas Anda, Anda sering kali harus menambahkan beberapa fitur ke kamera. Dalam bentuk filter, edit, auntifikasi dan lainnya.

Ada juga banyak program kamera yang menyediakan akses ke wajah sehingga Anda dapat mengubah wajah dari kecil ke besar.

Fitur ini menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi bentuk, kualitas, dan warna wajah. Jadi Anda tidak perlu lagi khawatir mengedit foto Anda lebih keren.

5. AI pada GPS (Global Positioning System)

Teknologi pintar ini menggunakan big data dalam proses pembuatannya. Silakan coba bayangkan. Untuk merekam semua perjalanan dunia Anda secara detail, Anda dapat mengaksesnya melalui GPS ini.

GPS dapat mendeteksi kemacetan lalu lintas dan jalan mulus dengan kode warna. Dapatkan berbagai pilihan rute tercepat dan hindari kemacetan. Layanan GPS lain yang menggunakan kecerdasan buatan adalah kemampuan untuk melihat lokasi dunia secara nyata tiga dimensi.

Trek GPS dihasilkan oleh mobil yang berkeliling dunia untuk mengambil gambar dengan kamera 360 derajat.

6. AI pada e-commerce

Salah satunya Artificial intelligence di Indonesia yang populer ialah konsep aplikasi AI yang paling sering ditemui adalah rekomendasi produk dalam e-commerce. Anda mungkin pernah berbelanja di toko e-commerce, yang direkomendasikan kepada Anda saat berbelanja.

Bukankah produk yang direkomendasikan untuk seseorang yang mengharapkan apa yang akan dibeli? Produk yang direkomendasikan adalah hasil dari proses kecerdasan buatan. Jadi dari mana AI mendapatkan produk yang direkomendasikan?

AI mendapatkan data dari dirinya sendiri, misalnya saat melakukan pencarian produk atau saat membeli produk dan menampilkan produk apa pun. Data ini diolah dari konsep AI, sehingga merekomendasikan produk yang tepat.

Penutup

Artificial intelligence saat ini perkembangannya sangat luar biasa amat pesat. Beberapa orang mungkin masih beranggapan hal ini berdampak negatif dan mematikan peran manusia seiring waktu.

Tapi, apakah benar seperti itu? Tentu tidak bukan. Semua kembali kepada individu dalam bagaimana memanfaatkan ke hal-hal yang positif agar bermanfaat sebagaimana mestinya.