Berapa mAh Baterai Alkaline? Simak Penjelasan Berikut

Banyaknya jenis baterai alkaline kadang bisa membuat Anda bingung. Namun, tenang saja! Berikut penjelasan lengkap berapa mAh baterai Alkaline.

Berapa mAh Baterai Alkaline? Simak Penjelasan Berikut
http://www.abc-battery.com

Ninja Tekno – Baterai menjadi salah satu pengisi daya yang saat ini banyak digunakan oleh perangkat elektronik. Pemakaian baterai ini cukup praktis karena memungkinkan perangkat elektronik bisa hidup tanpa harus tersambung arus listrik, salah satu jenisnya adalah baterai alkaline. 

Harga baterai alkaline juga cenderung murah daripada alat pengisi daya lainnya serta mudah Anda dapatkan di mana saja. Sehingga berapa mAh baterai alkaline? Setiap baterai alkaline ternyata memiliki kapasitas mAh yang berbeda tergantung pada fungsinya. 

Apa Itu Baterai Alkaline? 

Baterai alkaline merupakan baterai yang umum untuk penggunaan berbagai perangkat elektronik. Nama ‘Alkaline’ sendiri merupakan bahan kimia yang biasa terdapat pada baterai atau yang biasa disebut elektrolit kalium klorida. 

Baterai bisa menghasilkan reaksi listrik karena adanya senyawa kimia yang berasal dari kutub positif dan negatif. Selain itu, baterai ini juga dapat Anda simpan dalam waktu yang lama asalkan kutub positif dan negatifnya tidak saling terhubung.

Baterai alkaline menjadi jenis baterai yang sudah ada sejak lama, bahkan pertama kali ada pada tahun 1960. Penemu pertama kali yaitu Alessandro Volta dengan cara menyusun lapisan seng, perak, dan garam yang kemudian menghasilkan tumpukan volta.

Baterai alkalin modern masih menggunakan prinsip tumpukan volta dengan dua jenis logam dengan terminal negatif dan positif di dalamnya. Semakin berkembangnya zaman dan teknologi, baterai alkaline mulai muncul dengan sistem isi ulang daya.

Bagaimana Cara Kerja Baterai Alkaline?

Baterai alkaline menjadi salah satu pengisi daya kimia berupa baterai kering sekali pakai. Cara kerja baterai ini yaitu dengan memanfaatkan energi kimia yang akan diubah menjadi energi listrik. Dengan mangan dioksida dan silinder seng yang berperan sebagai elektroda. 

Dalam reaksi kimia, silinder seng lebih aktif dari pada reaksi mangan karena seng kehilangan elektron dan teroksidasi. Baterai alkaline juga bisa meledak ataupun bocor karena terjadinya korsleting internal. 

Namun, untuk Anda yang menggunakan baterai ini tidak perlu khawatir dengan ledakan yang ada karena volume udara baterai yang sangat kecil. Pembakaran spontan juga jarang terjadi karena baterai ini tidak menggunakan lithium tidak menyala.

Lalu, apa bedanya baterai alkaline dan biasa? Baterai alkaline bahkan lebih direkomendasikan untuk beberapa perangkat. Sebab dianggap bisa membuat perangkat elektronik bekerja lebih cepat dan yang paling penting membuat lebih tahan lama. 

Berapa mAh Baterai Alkaline?

Besaran mAh pada baterai alkaline ini bergantung pada jenis baterai yang ada. Di pasaran umumnya terdapat empat jenis baterai alkaline yang dibedakan berdasarkan komposisi aktifnya. Bahan aktif seperti Nickel iron, Nickel-cadmium, Silver zinc, dan Alkum battery.

Kode pada masing-masing baterai berbeda sesuai dengan daya yang dimiliki, meskipun ada banyak jenis baterai yang dapat dipakai pada perangkat elektronik. Yuk simak penjelasan berikut ini mengenai berapa mAh baterai alkaline yang bisa Anda gunakan!

  • Baterai alkaline AA

Merupakan baterai yang paling banyak orang gunakan untuk berbagai macam perangkat elektronik. Berapa mAh baterai AA? jenis baterai ini memiliki kapasitas 2.000 mAh yang berarti bisa memberikan daya sebesar 2 ampere dalam satu jamnya. 

Baterai AA bisa bertahan kurang lebih hingga seratus jam untuk perangkat yang hanya memiliki kebutuhan 2A. Kebanyakan baterai alkaline AA hanya memiliki tulisan voltase saja yaitu 1,2-2 volt.

  • Baterai alkaline AAA

Merupakai baterai yang memiliki ukuran panjang mencapai 44,5 mm dengan diameter 10,5 mm. Baterai ini memiliki berat sebesar 11,5 gram dengan tegangan 1,5 volt sedangkan untuk kapasitasnya mencapai 1000 mAh.

Dengan kuat arus sekitar 900 hingga 1.155 Ampere dengan ukuran yang lebih kecil. Baterai ini biasanya berguna untuk mengoperasikan mainan kecil, kalkulator, thermometer, dan lainnya. 

  • Baterai alkaline AAAA

Baterai ini memiliki daya yang cukup kuat meskipun memiliki ukuran yang lebih tipis dari pada baterai lainnya. Baterai AAAA ini bisa Anda manfaatkan untuk LED, penlights, laser point, remote control, hingga alat ukur glukosa. 

Jenis baterai ini memiliki kapasitas yang lebih kecil yaitu sebesar 400 mAh dengan tegangan 1,5 volt. Dengan total berat 0,1 kg. Dengan ukuran yang kecil, baterai ini memiliki nomor jenis Duracell MN2500 atau MX2500.

  • Baterai alkaline D

Baterai jenis ini memiliki ukuran yang lebih besar dan berguna untuk daya perangkat dengan ukuran yang lebih besar. Biasanya dipakai untuk senter besar, stereo speaker, dan hands-free soap.

Baterai jenis ini memiliki kapasitas umum 8000 hingga 1200 mAh dengan fungsi yang berbeda. Alkaline menggunakan bahan LR20 dalam pembuatan baterai ini, dengan ukuran panjang 34,2 mm dan diameter 61,5 mm.

  • Baterai alkaline 9V

Baterai jenis ini terjual di banyak toko. Lalu berapa mAh baterai alkaline 9V? Baterai ini ternyata memiliki kapasitas sekitar 565 mAh. Tidak bisa recharge atau diisi ulang kembali. Memiliki bentuk persegi panjang tentunya dengan kapasitas baterai 9 volt. 

Biasanya baterai ini akan berguna untuk peralatan yang memiliki tegangan tinggi seperti timbangan elektronik. Dengan ukuran panjang 26,5 mm, lebar 17,5 mm, dan juga tinggi 48,5 mm yang tidak terlalu besar maupun kecil.

Penutup

Demikian pembahasan mengenai berapa mAh baterai alkaline yang bisa Anda ketahui. Informasi tersebut bisa membantu Anda yang sedang bingung dalam memilih baterai untuk menghidupkan perangkat elektronik.