Bagaimana Cara Kerja Teknologi Wireless Charging?

Cara kerja teknologi wireless charging berbeda dengan charger pada umumnya karena tidak membutuhkan kabel serta lebih praktis.

Bagaimana Cara Kerja Teknologi Wireless Charging?
Sumber gambar : https://www.theverge.com

Cara kerja teknologi wireless charging merupakan pengisian daya yang tidak menggunakan kabel yang mengadopsi salah satu ide Nikola Tesla. Bahkan beberapa smartphone premium telah memakai wireless charging dalam pengisian dayanya seiring perkembangan teknologi.

Wireless charging adalah salah satu teknologi pengisian daya memakai nirkabel yang menawarkan pengisian daya praktis. Teknologi charging ini memungkinkan pemakainya mengisi daya handphone cukup dengan meletakan perangkatnya ke suatu docking.

Apa Itu Wireless Charging?

Bagaimana Cara Kerja Teknologi Wireless Charging?
Sumber gambar : www.adesso.com

Wireless charging merupakan teknologi pengisian daya tanpa kabel serta disebut dengan beragam istilah misalkan cordless charging atau inductive charging. Sesuai dengan namanya teknologi menyediakan pengisian daya dari sumber listrik ke perangkat dalam berupa transfer energi.

Jadi tidak memerlukan alat koneksi berbentuk kabel seperti USB Type-C, port micro USB atau lightning. Jika ingin melakukan pengisian daya perangkat, cukup dengan mendekatkan smartphone ke suatu transmiter pengisian daya berbentuk stand, charging pad, ataupun station.

Jadi saat smartphone kehabisan daya hanya perlu ditaruh di atasnya, kemudian secara otomatis akan terjadi proses pengisian daya atau baterai saat transmiter telah terhubung langsung ke sumber listrik. Walaupun begitu bukan berarti cara kerja teknologi wireless charging bekerja tanpa kabel sama sekali.

Supaya perangkat ini dapat bekerja secara maksimal, teknologi masih memerlukan kabel sama seperti pengisian baterai konvensional. Namun yang membuat berbeda adalah bentuk antarmukanya tidak lagi berupa port USB sehingga dapat dihubungkan secara langsung.

Charging ini berupa receiver atau komponen transmiter pada bagian antarmukanya. Sehingga para pemakainya sudah tidak perlu repot mencolok kabel ke perangkat. Hanya perlu mendekatkan receiver dan transmiter hingga keduanya bisa terkoneksi serta mengirim daya.

Cara Kerja Teknologi Wireless Charging

Bagaimana Cara Kerja Teknologi Wireless Charging?
Sumber gambar : https://tekno.sindonews.com

Cara kerja teknologi wireless charging adalah suatu transmisi arus listrik yang berasal dari sumber listrik dialirkan ke perangkat smartphone tidak memakai koneksi fisik ataupun kabel. Sehingga arus listrik kemudian dipakai buat mengalirkan ataupun mengisi ulang baterai smartphone.

Sekarang beberapa perangkat sudah dapat menerima arus listrik dengan cara wireless charging mulai dari tablet hingga smartphone, ataupun forklift pada industri besar. Saat pengisian daya, perangkat elektronik cukup diletakkan di atas perangkat pengisi baterai nirkabel.

Begitu perangkat ini dinyalakan, akan langsung terbentuk arus listrik yang menghasilkan medan magnet sehingga dapat menyalurkan ke kumparan smartphone di atasnya. Selain itu kumparan yang terhubung ke baterai akan menghasilkan arus listrik. Lalu pengisian daya akan terhenti saat perangkat diangkat.

Prinsip Kerja Wireless Charging

Bagaimana Cara Kerja Teknologi Wireless Charging?
Sumber gambar : https://urbandigital.id

Wireless charging memiliki prinsip kerja induksi elektromagnetik yang merupakan sebuah fenomena munculnya gaya gerak listrik akibat perubahan pada fluks magnet di kumparannya. Fluks adalah sekumpulan garis yang muncul akibat adanya medan magnet di suatu bidang.

Sedangkan gaya gerak listrik tertuju pada perbedaan potensial yang terjadi antara kedua kutub sehingga menimbulkan muatan listrik yang mengalir. Prinsip kerja wireless charging ini seperti dinamo atau generator maupun dinamo, karena memanfaatkan proses terjadinya induksi elektromagnetik.

Tapi tidak digunakan sebagai sumber listrik namun sebagai proses transfer daya. Teknologi wireless charging menggunakan dua buah kumparan pada proses tersebut. Kumparan pertama sebagai pemancar medan magnetik, sementara kumparan kedua yang menangkap perubahan fluks.

Perubahan fluks inilah yang menjadi pemicu terjadinya gaya gerak listrik. Untuk membuat perubahan fluks magnet pada sistemnya, wireless charging juga tidak memakai gerakan mekanis seperti yang digunakan oleh dinamo atau generator pada umumnya.

Karena tidak memanfaatkan gerakan benda layaknya seperti pemutar kumparan, charging daya futuristik ini justru membenamkan suatu rangkaian elektronik sehingga dapat membuat proses osilasi. Ini merupakan perubahan bolak-balik yang terjadi secara berkala pada transmiternya.

Osilasi medan magnet yang berasal dari transmiter akan mempengaruhi proses perubahan fluks pada kumparan kedua. Hal ini membuat gaya gerak listrik akan muncul agar dapat membuat muatan listrik mengalir ke baterai ataupun pada rangkaian suatu perangkat.

Standar Qi Wireless Charging

Bagaimana Cara Kerja Teknologi Wireless Charging?
Sumber gambar : https://www.theverge.com

Sekarang hampir semua perusahaan seluler mulai dari Asus, Apple, Blackberry, Google, Samsung, Sony serta Xiaomi menggunakan teknologi wireless charging yang memiliki standar bernama Qi. Qi Wireless Charging adalah standar antarmuka pada teknologi pengisian baterai nirkabel.

Charger berdaya rendah buat beragam perangkat kecil ini dikembangkan Wireless Power Consortium. Consortium sendiri merupakan perusahaan teknologi multinasional yang fokus pada pengisian baterai nirkabel. Standar ini sudah diluncurkan mulai dari tahun 2009.

Charger ini bisa mendukung proses pengisian baterai nirkabel hingga jarak 4 cm yang memakai perangkat khusus Base Station sebagai transmiternya. Sedangkan kemampuan pengisian baterai yang ditawarkan berbeda setiap perangkat berdasarkan versi yang dipakai.

Kelebihan Wireless Charging

Teknologi wireless charging tentu saja masih terbatas hingga saat ini. Tapi bukanlah mustahil jika cara kerja teknologi wireless charging terus mengalami pembaruan sehingga bisa diimplementasikan dengan masif ke seluruh pasar dan perangkat. Berikut merupakan beberapa kelebihan wireless charging:

  • Lebih Praktis

Salah satu kelebihan wireless charging yaitu lebih praktis karena tidak membutuhkan kabel buat melakukan charging. Bahkan saat proses charge telah selesai akan ditandai dengan nada bunyi. Hal ini akan menghindari baterai mengalami bengkak ataupun rusak.

  • Perangkat Menjadi Awet

Kelebihan yang kedua yaitu perangkat menjadi lebih awet karena sudah tidak perlu melakukan proses colok dan cabut kabel lagi. Karena sering kali port USB serta kabel mengalami kerusakan akibat proses itu dan sangat merepotkan jika masalah itu terjadi.

  • Lebih Aman

Kelebihan yang ketiga yaitu lebih aman, karena dapat terhindar dari kejadian konsleting. Perangkat yang kamu gunakan akan kecil risikonya terdampak konsleting dan mengalami kerusakan. Karena perangkat tidak terhubung secara langsung ke listrik.

  • Multifungsi dan Mudah Digunakan

Teknologi wireless charging bisa dipakai dibanyak perangkat secara bersamaan. Selain itu charging ini juga mudah ditempatkan di mana saja mulai dari cafe, bandara, restoran hingga mall. Jadi sudah tidak perlu lagi menyediakan beragam charger colokan.

Kekurangan Wireless Charging

Walaupun memiliki beragam kelebihan, teknologi wireless charging tentunya juga masih mempunyai beberapa kelemahan saat pemakaiannya. Sehingga hal ini bisa menjadi pertimbangan kamu yang ingin mencoba teknologi ini, berikut beberapa kekurangannya:

  • Harga yang Mahal

Kekurangannya yang pertama yaitu harganya yang mahal. Mengingat teknologi wireless charging menggunakan teknologi yang tidak biasa sehingga harganya akan lebih mahal daripada kabel charger pada umumnya. Bahkan untuk sebuah charger dibutuhkan biaya hingga ratusan ribu.

  • Kurang Efisien

Kekurangan wireless charging lainnya yaitu pengisian daya yang masih kurang efisien. Karena diperlukan waktu yang lebih lama daripada menggunakan kabel charger. Ini dikarenakan charger jenis ini menggunakan daya yang kecil.

  • Lebih Mudah Panas

Kekurangan yang terakhir yaitu membuat perangkat menjadi lebih mudah panas. Saat kamu sering memakai wireless charging, perlu berhati-hati dikarenakan baterai akan menjadi lebih mudah panas. Bahkan baterai dapat menjadi rusak serta menimbulkan kerusakan pada perangkat.

Penutup

Itulah cara kerja teknologi wireless charging serta beberapa kelebihan dan kekurangannya. Tentu segala kelebihan dan kekurangannya dapat menjadi pertimbangan bagi kamu yang ingin mencoba teknologi ini.