Augmented Reality (AR): Teknologi, Hiburan dan Edukasi Indonesia

Augmented Reality (AR): Teknologi, Hiburan dan Edukasi adalah kalimat yang menunjukkan luasnya penerapan augmented reality dalam berbagai bidang.

Augmented Reality

Ninja Tekno – Kalimat Augmented Reality (AR): Teknologi, Hiburan dan Edukasi mungkin masih asing bagi sebagian besar masyarkat Indonesia. Tapi juga mungkin yang asing dengan istilah dan kalimat tersebut justru malah sudah sering bersinggungan dengan augmented reality (AR).

Anda pun kemungkinan besar sudah pernah melihat teknologi AR ini. Hal tersebut jadi bukti kalau penerapan teknologi ini dalam berbagai bidang sudah cukup masif saat ini. Dalam tulisan kali ini akan dibahas mengenai AR dan penerapannya dalam bidang hiburan dan edukasi.

Apa Itu Teknologi Augmented Reality (AR)

Augmented reality (AR) atau dalam Bahasa Indonesia sering disebut dengan realitas tertambah adalah suatu teknologi visualisasi yang menggabungkan informasi digital atau objek virtual dengan objek nyata. Hal itu memungkinkan seseorang melihat objek virtual di dunia nyata.

Augmented Reality (AR): Teknologi, Hiburan dan Edukasi menjadi sebuah misi mewujudkan visi besar Indonesia untuk menjadi energi digital Asia. Tentu saja hanya bisa diwujudkan jika pemerintah serta masyarakat mampu memanfaatkan AR dengan baik.

AR yang muncul pertama kali di PC pada tahun 1990an, saat ini harus bisa lebih dimanfaatkan dengan baik oleh orang Indonesia. Salah satunya adalah dengan terus meningkatkan fungsionalitasnya, dengan cara terus mengembangkan interaksi pengguna dengan teknologi AR.

Penerapan Teknologi Augmented Reality (AR) Populer dalam Bidang Hiburan

Augmented Reality (AR): Teknologi, Hiburan dan Edukasi, sebuah kalimat yang menunjukkan penerapan teknologi AR yang sudah cukup luas dan bermanfaat bagi banyak sektor kehidupan. Sektor hiburan pun bisa dikatakan menjadi konsumen AR terbesar saat ini. Berikut ini contohnya.

1. Dalam Filter Instagram

Foto diri sendiri atau selfie merupakan aktivitas baru yang sangat digemari. Bukan hanya oleh generasi milennial, selfie saat ini sudah lintas generasi. Banyak orang dengan smartphone yang gemar selfie baik untuk keperluan pribadi maupun untuk berbagi.

Ada suatu fitur selfie atau wefie pada berbagai platform media sosial yang membuat foto kita makin bagus, menarik atau bahkan unik. Ya, fitur tersebut dikenal dengan nama filter. Pada platform snapchat biasa disebut dengan lens.

Filter merupakan salah satu penerapan teknologi augmented reality di sektor hiburan. Filter memadukan teknologi artificial intelligence dengan augmented reality (AR) sehingga menghasilkan gambar yang menarik, unik atau bahkan menjadi lebih baik.

2. Dalam Game

Saat ini sudah banyak permainan di smartphone yang menggunakan teknologi augmented reality. Pokemon Go adalah salah satu game yang dianggap sebagai pelopor game AR. Permainan atau game dengan teknologi AR berkembang pesat seiring perkembangan spesifikasi smartphone.

Kemampuan smartphone yang semakin mumpuni, membuat para pengembang game mobile semakin yakin untuk mengembangkan game yang berbasis teknologi AR. Salah satu developer game yang terkenal banyak mengembangkan game semacam ini adalah Niantic.

Developer game ini telah mengembangkan game AR yang terkenal seperti Pokemon Go, Harry Potter: Wizards Unite dan Ingress Prime. Ketiga game tersebut sangat terkenal dan juga laris diunduh di Play Store maupun App Store.

3. Dalam Mainan Anak

Anak-anak pasti jadi pihak yang paling dibahagiakan dengan adanya teknologi ini. Banyak mainan anak yang sudah menerapkan teknologi AR. Anak-anak merasa terhibur dengan kemunculan objek yang semula tidak ada namun bisa muncul di layar sebagai objek tambahan di dunia nyata.

Teknologi AR pada mainan anak itu biasa ditemukan pada permainan kartu. Biasanya pembuat mainan kartu itu akan memunculkan karakter-karakter dalam kartunya sebagai objek virtual yang ditambahkan ke dunia nyata. Jadi seakan-akan karakter aslinya muncul dari dalam kartu.

Keunikan permainan kartu AR tersebut pun banyak diadopsi oleh produk konsumsi anak seperti susu atau snack. Produk-produk tersebut berpromosi dengan memberikan suatu bonus yang dibekali teknologi AR. Tentunya teknologi AR yang menarik seperti kemunculan tokoh kartun misalnya. 

Penerapan Teknologi Augmented Reality (AR) Populer dalam Bidang Edukasi

Dari judul Augmented Reality (AR): Teknologi, Hiburan dan Edukasi, telah dibahas sedikit mengenai teknologi dan hiburannya. Kali ini akan dibahas mengenai penerapan teknologi AR atau contoh aplikasi augmented reality dalam bidang edukasi.

1. Dalam Aplikasi Edukasi

Penerapan Augmented Reality (AR): Teknologi, Hiburan dan Edukasi yang paling umum tentu saja melalui pengembangan aplikasi smartphone. Saat ini sudah banyak aplikasi edukasi yang berbasiskan teknologi AR. Mulai dari aplikasi yang sulit hingga aplikasi untuk belajar anak-anak.

Berikut ini beberapa contoh aplikasi edukasi menggunakan AR. Aplikasi SkyView yang bisa membuat Anda mempelajari antariksa, objek-objek langit dan rasi bintang melalui sebuah aplikasi yang cukup interaktif. Ada juga aplikasi Narrator AR untuk latihan menulis anak-anak.

Aplikasi berikutnya adalah SketchAR yang bisa melatih Anda untuk ahli menggambar. Ketiga aplikasi tersebut hanyalah sebagian kecil dari sekian banyak aplikasi edukasi dengan teknologi augmented reality. Anda bisa mengeksplornya sendiri lebih jauh lagi.

2. Dalam Buku 

Kualitas pendidikan dipercaya akan meningkat seiring dengan meningkatnya minat baca. Isu yang beredar saat ini adalah minat baca masyarakat Indonesia sangat minim. Saat ini sudah banyak usaha yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun swasta untuk meningkatkan minat baca.

Mulai dari kampanye untuk mengunjungi perpustakaan hingga digitalisasi buku-buku di perpustakaan. Sesuai dengan judul Augmented Reality (AR): Teknologi, Hiburan dan Edukasi, ada juga pihak yang berperan mewujudkan teknologi, hiburan dan edukasi dalam satu bentuk.

Ternyata buku bisa dijadikan media penyatuan tersebut. Dengan sentuhan teknologi maka hadirlah buku yang bisa sangat interaktif dengan pembacanya. Target utama buku seperti ini biasanya adalah anak-anak. Dengan demikian diharapkan anak-anak akan memiliki minat baca yang tinggi.

3. Augmented Reality dalam Kegiatan Belajar Mengajar

Perkembangan teknologi augmented reality sudah semakin pesat. Bila dahulu pembuatannya sangat sulit karena masih minim informasi mengenai ilmu dan keterampilan membuat AR, maka sekarang sudah tidak lagi seperti itu. Sudah banyak kursus dan informasi mengenai cara membuat AR.

Hal seperti inilah yang perlu dicermati oleh para pendidik. Dengan menggunakan AR maka kegiatan belajar mengajar akan lebih menarik dan interaktif. Tentu saja teknologi tersebut harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Karena dengan proses belajar mengajar yang menarik maka output yang dihasilkan pun tidak akan mengecewakan. Misalnya pemahaman siswa akan materi bisa lebih mendalam dan juga bisa meningkatkan minat belajar pada siswa.

Perkembangan Teknologi Augmented Reality di Masa Depan

Teknologi semakin berkembang pesat. Begitu pula Augmented Reality (AR): Teknologi, Hiburan dan Edukasi juga akan semakin berkembang pesat bahkan mungkin terintegrasi dengan internet menjadi satu kesatuan yang digadang-gadang dengan sebutan Metaverse.

Metaverse konon akan semakin mempermudah interaksi dan memperlancar komunikasi manusia dari jarak jauh. Metaverse tersebut nantinya pasti harus didukung oleh jaringan internet, virtual reality, augmented reality, AI dan teknologi lainnya yang mumpuni.

Oleh karena itu semua pihak di Indonesia harus turut serta berperan aktif untuk selalu belajar dan mengembangkan kemampuan semacam ini. Tujuannya adalah agar bangsa dan manusia Indonesia mampu mandiri dan merdeka dalam hal teknologi informasi.

Penutup

Augmented reality atau realitas tertambah menjadi teknologi yang lumrah seiring berkembang pesatnya kemampuan smartphone. Dibandingkan dengan virtual reality, Augmented Reality (AR): Teknologi, Hiburan dan Edukasi lebih mudah dan murah untuk dikembangkan.